Strategi Pembentukan Kader AMGPM melalui Sistem Pendidikan Berjenjang: Sebuah Refleksi Terhadap Pendidikan Kader Jenjang Dasar, Menengah, dan Lanjutan”

 

Bung M. Sairdekut, S.Hut., M.Si. (Katua Umur Pengurus Besar AMGPM) & Fiktor Fadirsair (Peserta Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan)

Model pengembangan kepemimpinan progresif dalam Pendidikan Kader Jenjang Dasar (PKJD), Pendidikan Kader Jenjang Menengah (PKJM), dan Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan (PKJL) AMGPM menekankan pentingnya proses kaderisasi yang bertahap, sistematis, dan berorientasi pada pembentukan karakter pemimpin muda yang matang. Melalui pendidikan jenjang dasar, peserta dibekali pemahaman mengenai identitas organisasi, spiritualitas dasar, serta nilai-nilai pelayanan yang menjadi fondasi bagi seorang kader AMGPM. Proses ini bertujuan membangun komitmen awal, motivasi internal, dan kesadaran berorganisasi sebagai landasan bagi pengembangan kepemimpinan di tahap berikutnya.

Pada jenjang menengah dan lanjutan, model pengembangan kepemimpinan ini diarahkan pada pendalaman kapasitas analitis, kemampuan mengambil keputusan, serta kecakapan strategis dalam mengelola dinamika organisasi dan pelayanan. Pendidikan menengah memperkuat kompetensi teknis dan kemampuan kritis, sedangkan pendidikan lanjutan mempersiapkan kader menjadi pemimpin visioner yang mampu merumuskan perubahan dan memberikan dampak transformatif bagi gereja, masyarakat, dan konteks sosial yang lebih luas. Dengan demikian, ketiga jenjang pendidikan tersebut membentuk suatu kerangka progresif yang saling melengkapi untuk menghasilkan kader AMGPM yang berkualitas dan siap memimpin dengan integritas.

Proses pendidikan kader AMGPM memiliki kurikulum tersendiri, dimana pada tingkat PKJD, harus mengikuti 6 materi pokok, sedangkan PKJM, harus lulus 15 materi pokok, dan PKJL, harus memenuhi 10 materi pokok. Pada tanggal 11-12 Desember 2025, di Aula Klasis Pulau Ambon, terlaksana Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan, AMGPM Daerah Pulau Ambon. Beta adalah salah satu peserta PKJL tersebut, kendatipun telah diatestasi ke Jemaat GPM Passo Anugerah. PKJL yang berlangsung 2 hari ini, diisi oleh 10 pemateri yang piawai dalam bidangnya, yaitu: 

  1. "Etika Terapan", oleh Pdt. Dr. H. H. Hetharia, M.Th. (Dosen Fakultas Teologi dan Pascasarjana UKIM-Ambon)
  2. "Eklesiologi Gereja Protestan Maluku", oleh Pdt. I. S. Sapulette, M.Si. (Ketua MPH Sinode GPM).
  3. "Social Gethering: Jembatan Bakudapa Salam Sarane di Maluku", oleh Dr. Manaf Tubaka, M.Si., (Dosen UIN A. M. Sangadji-Ambon) dan Pdt. R. E. Resley, M.Si. (Pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PB AMGPM) yang membawa materi tentang "Kekristenan dan Dialog Antar Umat Beragama".
  4. "Success Story: Kreativitas dan Inovasi Membuka Usaha Baru Berbasis Blue Ekonomi", oleh Ir. Theodora E. A. A. Matrutty, M.Si.
  5. "Hukum, HAM, dan Advokasi", oleh Dr. J. J. Pietersz, SH., MH. (Dosen Fakultas Hukum UNPATTI-Ambon). 
  6. "Menajemen Perencanaan Sosial", oleh Pdt. B. Pattihawean", M.Si., 
  7. "Menajemen Kepemimpinan Kristen Dalam Konteks Politik, Hukum, dan HAM", oleh Pdt. Prof. Dr. John Chr. Ruhulessin, M.Si. (Dosen Fakultas Teologi dan Diserktur Program Pascasarjana UKIM-Ambon).
  8. "Mendesain Pasar", oleh Bodywane R. Mailuhu, SE. (Pengurus Besar AMGPM dan DPRD Kota Ambon).
  9. "Advokasi Lingkungan", oleh Pdt. H. R. Tupan, M.Th. (Sekretaris Umum MPH Sinode GPM dan Ketua Klasis Kalsis GPM Tanimbar Selatan).
  10. "Politik Lokal di Maluku dan Maluku Utara (Pandangan AMGPM Tentang Politik)", oleh M. Sairdekut, S.Hut., M.Si. (Ketua Umum PB AMGPM).

PKJL yang terlaksana di AMGPM Daerah Pulau Ambon merupakan pendidikan kader yang pertama kali terjadi saat kepemimpinan Pengurus Besar AMGPM periode ini. Selain itu, hanya kader yang telah lulus PKJD dan PKJM yang dapat mengikuti PKJL ini. Hal lain yang sangat penting adalah pendidikan ini mendorong kader AMGPM untuk menunjukkan keberpihakannya kepada sesama yang termarjinalkan dan alam yang sedang berada pada ambang kehancuran akibat ulah manusia. Transformasi kehidupan adalah fundamental proses ber-AMGPM yang juga memiliki sikap politik etis dalam sensitivitas kepemimpinan dan pengkaderan pada aras ranting, cabang, dan daerah.

Jayalah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku.

"Kamu adalah garam dan terang dunia".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meletakkan Sejarah Gereja Protestan Maluku di Tengah Konstalasi Sosial dan Politik Bangsa Indonesia 1935–1945

KREDO KEMANUSIAAN MENGHANCURKAN FANATISME KEAGAMAAN: Sebuah Kritik Eklesiologi Terhadap Fenomena Natal Nasional Tahun 2025

MENG HARI-INI-KAN INJIL KEPADA ANAK-ANAK